RECENT POST


Senin, 20 Juni 2011

Runner Up Seperti Juara



Malang Post - Arema akhirnya mampu mewujudkan ambisinya finish di peringkat dua klasemen akhir kompetisi Indonesia Super League 2010/2011. Mengemas 52 poin, Singo Edan terpaut delapan poin dengan juara ISL, Persipura Jayapura yang mengantongi 60 poin.
Raihan prestasi terbaik Arema musim ini tak lepas dari kemenangan besar atas Bontang FC 8-0 di stadion Kanjuruhan, kemarin sore. Puluhan ribu Aremania pun menjadi saksi mata keperkasaan Arema membantai tim asal Kalimantan Timur itu.
‘’Sore ini pemain tampil penuh motivasi. Begitu kita datang melihat stadion penuh dengan Aremania, kita jadi termotivasi. Kita datang untuk main maksimal, tapi saya katakan ke pemain, kita harus main enjoy,’’ ungkap pelatih Arema, Miroslav Janu.
‘’Saya tahu Bontang simpan pemainnya untuk play off, itu bagus untuk kita. Kita mau semua pemain coba maksimum, meski kita datang tidak melihat posisi dua atau tidak,’’ sambung pelatih asal Republik Ceko ini saat jumpa pers, kemarin sore.
Sedikitnya ada 32 ribu lebih Aremania yang menikmati satu demi satu gol Arema yang tercipta ke gawang Bontang FC. Miro pun menyampaikan terimakasihnya kepada Aremania yang tak pernah henti memberi dukungan pada Arema.
‘’Ini tahun yang berat sekali untuk saya, dan karir saya. Banyak problem tim yang harus dihadapi. Kita tidak ada uang dan juga tidak ada pengurus, sekarang kita dapat posisi runner up, kita dapat AFC Cup untuk musim depan, terimakasih semuanya. Ini sudah seperti juara,’’ jelasnya.
‘’Target kita pertama adalah papan atas, lalu mulai datang problem uang. Untuk tim yang problem banyak, biasanya di papan bawah atau degrasi, tapi kita justru main di papan atas. Semua memang harus belajar banyak,’’ lanjutnya.
Salah satu prestasi buruk yang dihadapi Miro dan pasukannya adalah di ajang Liga Champions Asia 2011. Dari total enam pertandingan, Arema hanya mendapatkan satu poin dan harus finish di peringkat empat atau di posisi juru kunci.
‘’Saya malu di LCA, banyak pertandingan saya malu. Kita tidak siap, Arema tidak siap untuk LCA, Kita tidak ada uang, juga tidak ada pengurus. Pemain pun tidak mau bertanding, tidak mau latihan, dan tidak mau main di LCA,’’ terang Miro.
Untuk itu, pelatih yang pernah menukangi Arema musim 2007 lalu ini berharap, Arema musim depan lebih baik lagi. Meski Miro juga belum memberi garansi dirinya bakal mau bertahan di Arema, selama pengelolaan Arema belum jelas.
‘’Saya tidak tahu siapa yang nanti ambil Arema. Pemain juga tidak tahu. Tidak ada yang bicara untuk masa depan kami. Tidak ada yang bicarakan itu, sehinga kita tidak tahu kemana, dan siapa yang mengelola Arema,’’ sebut mantan pelatih Persigo Gorontalo ini.
‘’Kalau situasi seperti ini, saya tidak mau. Menurut saya pemain juga tidak mau. Problem berat sekali, setiap laga kita susah kerja. Tapi lihat nanti, kalau situasi lebih baik, dan Arema memang harus lebih baik,’’ yakin Miro.
Menurutnya, Arema tidak bisa terus-menerus seperti ini. Tim sekelas Arema, kata Miro, tidak boleh mengalami krisis keuangan yang seperti tak ada ujungnya ini. Menyusul, tim Arema sebenarnya layak menjadi yang terbaik di Indonesia.
’’Saya tidak tahu, kenapa Arema sampai salah urus. Tim seperti Arema ini sebenarnya bagus, setengah musim kemarin, kita sebenarnya paling bagus bahkan kita lebih bagus dari Persipura. Setelah itu baru kita ada masalah besar dengan pembayaran gaji,’’ terangnya.
Menyusul kondisi tim Arema yang jauh dari kata ideal tersebut, pencapaian posisi runner up terasa luar biasa. Apalagi hasil ini juga harus ditentukan hingga laga terakhir kompetisi paling bergengsi di Indonesia ini.
Selain kepada Aremania, Miro secara khusus juga mengucapkan terimakasih kepada pemain Arema. Meski menurutnya tak semua pemain Arema, memberi banyak kontribusi pada tim berlogo kepala Singa ini.
’’Terimakasih pada pemain. Tapi mungkin tidak semua pemain. Begitu kita ada masalah, mental pemain bisa terlihat. Mereka sendiri yang melakukan proses seleksi. Saya sudah lihat mental mereka. Saya tidak mau bicara nama. Semua sudah tahu.’’
’’Kalau Arema ada banyak uang, mau kerja keras. Tapi begitu tidak ada uang, bisa terlihat mental mereka sebenarnya. Saya kerja keras sekali disini, dan juga telah banyak pemain yang kerja keras disini,’’ pungkas Miro. (bua)